Admin Website Kebudayaan Dalami Materi Jurnalistik

0
3858

Jakarta – Memasuki hari kedua pelaksanaan Workshop Website Kebudayaan 2016,seluruh admin website siap mendalami materi dasar – dasar jurnalistik (12/05). Materi yang disajikan pun cukup beragam. Mulai dari kiat – kiat membuat tulisan feature kebudayaan, teknik menulis berita, hingga teknik fotografi. Pembicara yang dihadirkan merupakan sosok yang ahli di bidangnya seperti Ayos Purwoaji, Sri Sadono dan M. Saifullah.

DSC03700

Sesi pelatihan diawali dengan paparan yang menarik dari penulis Ayos Purwoaji. Pada sesi ini, Ayos membagikan ilmu bagaimana membuat tulisan kebudayaan yang lebih dinamis dan menarik. Menurut Ayos, peran penting admin website adalah bagaimana menerjemahkan tulisan ilmiah menjadi tulisan yang bersifat populer agar masyarakat awam dapat memahami konten kebudayaan tersebut. Ia menjelaskan, “Tantangannya adalah bagaimana kita mengulas satu budaya tetapi kita kaitkan dalam konteks tertentu agar tulisan menjadi dekat dengan pembaca” ujarnya penuh antusias.

Berlanjut ke sesi kedua, kali ini peserta diajarkan bagaimana memaksimalkan penggunaan kamera saat peliputan. Seorang fotografer handal, Sri Sadono langsung membagikan ilmunya kepada peserta workshop. Dalam presentasinya Sri Sadono memberikan tips menggunakan kamera bagi pemula, mode otomatis pada fitur di kamera sudah pasti bisa mendapatkan 70 hingga 80% foto yang baik tinggal menggabungkan skill dengan kepekaan sang fotografer menangkap momen. Tak hanya menerima materi, dalam workshop kali ini memberikan kesempatan kepada para admin untuk terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita.

WORKSHOP 3

Sesi terakhir, para admin website masih antusias menerima materi tentang teknik penulisan berita yang disampaikan oleh dosen salah satu universitas swasta di Jakarta, M. Saifullah. Sebagai media pemberitaan kegiatan pemerintahan, para admin harus mampu membuat berita setara dengan seorang jurnalis. Artinya, admin website harus memperhatikan unsur news value dalam pembuatan berita. Saifullah memaparkan betapa kuatnya pengaruh media bagi masyarakat, “apa yang dianggap penting oleh media, itu pasti akan dianggap juga penting oleh masyarakat” tuturnya.