Workshop dan Pameran Seni Rupa Kemendikbud

0
661

Disadari atau tidak, setiap kita memiliki bakat dibidang seni. Kemampuan kita menciptakan karya dengan segala unsur estetikanya membutuhkan rasa dan keinginan untuk membangkitkannya. Yang jelas bakat seni di dalam diri kita itu unik. Ada sebagian yang mampu mengolah sendiri rasa seni hingga bisa mencipta, namun sebagian besar orang harus melalui proses belajar.

Pameran Seni Rupa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2017, bakal menampilkan deretan hasil karya para karyawan yang bernaung di Kemendikbud. Menarik? Tentu saja, acara yang nantinya akan diselenggarakan rutin setiap tahun ini akan  menyajikan karya lukis, grafis dan foto yang dihasilkan oleh karyawan-karyawan yang selama ini memiliki passion di seni namun belum menemukan ajang yang tepat untuk menampilkannya.

Nah, dalam rangka acara tersebut, pihak panitia mengadakan workshop melukis untuk para karyawan yang memiliki ketertarikan akan seni menggambar diatas canvas tersebut, sekaligus berharap karyanya dapat dipamerkan. Menurut Maeva Salmah, Kasi. Seni Rupa Murni. Kegiatan ini juga bertujuan mencari bakat seni terpendam dalam diri para karyawan yang selama ini mungkin terlalu tenggelam dalam sibuknya pekerjaan kantor.

Workshop ini dibagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama diadakan mulai dari 2 maret hingga 20 April setiap hari kamis pukul 17.00, dan gelombang kedua akan diadakan mulai bulan Agustus sampai awal Oktober di tahun ini juga. Untuk gelombang pertama, lebih kurang 50 peserta yang antusias ini dibimbing oleh Hartono Wibowo yang merupakan pelukis, pengajar dan seniman yang sering terlibat di beberapa pameran lukisan.

Panitia menerapkan dua metode pengiriman hasil karya, selain diserahkan langsung, dapat juga di email ke : pamerankemendikbud2017@gmail.com. Karya yang masuk akan melalui proses kurasi oleh para pelaku seni yang tentunya telah mumpuni dalam mengkurasi hasil karya yang layak untuk dipamerkan, kegiatan ini berlaku untuk karyawan Museum Nasional, Galeri Nasional, Museum Basuki Abdullah dan tentunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

TINGGALKAN KOMENTAR