Prajnaparamitha, Keanggunan Candi Gumpung

0
784

Ratusan tahun sudah tak terhitung lamanya, keelokan tubuhmu menahan rasa sakit karena tindihan reruntuhan bata-bata Gumpung yang bertebaran. Engkau dengan sabar menunggu masa itu tiba, hingga keberadaanmu membawa pesan. Pesan pembuka tabir yang selama ini terkubur. Prajnaparamitha, begitu panggilanmu bagi mereka yang mengagumi langgam yang melekat pada tubuhmu.

bpcbjambi

Prajnaparamitha merupakan salah satu temuan artefak yang melatarbelakangi pendirian Candi Gumpung dan proses budaya yang berlangsung pada masa itu. Selain Arca Dewi Prajnaparamitha, temuan penting lainnya adalah ditemukannya tempat kedudukan berupa bunga padma (Padmasana) dari bata. Kedua artefak ini ditemukan pada saat dilakukan kegiatan pemugaran bangunan induk Candi Gumpung.

Keanggunan dan kemewahan Candi Gumpung semakin memukau dengan ditemukannya peripih dengan enam lubang berbentuk bujursangkar pada dasar bangunan induk Candi Gumpung. Konsep kedudukan dewa-dewa pantheon Agama Budha tergambar pada penanda penunjukan arah mata angin tertentu. Penemuan peripih ini disertai dengan ditemukannya berbagai macam benda-benda dalam ritual upacara. Benda yang ditemukan antara lain berupa lempengan emas (INV.3/DJB/MJB-28/10, INV.3/DJB/MJB/MJI-27/10INV.3/DJB/MJB/MJI-26/10INV.3/DJB/MJB/MJI-32/10) cepuk emas (INV.3/DJB/MJB/MJI-62/10, INV.3/DJB/MJB/MJI-63/10INV.3/DJB/MJB/MJI-64/10) perunggu, batu permata berwarna merah dan biru.