Petunjuk Teknis Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tahun 2017

2
3335

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian, akan melaksanakan kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2017. Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan salah satu program yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah bersinergi untuk melatih seni budaya di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK).

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, agar para peserta didik dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seniman. Program ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya sehingga dapat memperkuat karakter para peserta didik. Hasil kegiatan ekstrakurikuler dapat dipresentasikan dalam bentuk pameran/pementasan dengan melibatkan publik (guru, tenaga pendidik, komite sekolah, masyarakat di sekitarnya) untuk diapresiasi.

Materi Gerakan Seniman Masuk Sekolah meliputi:
1. Seni Pertunjukan: Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater;
2. Seni Rupa;
3. Seni Media Baru;
4. Seni Sastra.
Materi di atas bisa dilaksanakan hanya satu jenis seni atau kolaborasi beberapa jenis seni.

Seniman yang menjadi pengajar dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan seniman setempat, dengan kriteria sebagai berikut :
a) Seniman adalah warga negara Indonesia yang berasal dari daerah setempat ataupun seniman yang bekerja dan berkesenian di wilayah pelaksanaan GSMS.
b) Seniman bukan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil.
c) Seniman masih aktif berkesenian dibuktikan dengan rekomendasi dari lembaga kesenian setempat.
d) Seniman yang mengajar merupakan seniman yang memiliki salah satu kompetensi di bidang Tari, Musik, Teater, Seni Rupa, Seni Media baru dan sastra
(sesuai dengan kondisi kesenian di wilayah pelaksanaan GSMS) dibuktikan dengan rekomendasi dari lembaga kesenian setempat.
e) Seniman memiliki penampilan rapi dan sikap pedagogis.
f) Seniman mampu membuat materi pembelajaran dan mempraktikannya.
g) Seniman dapat berkomunikasi dengan baik.

Dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2017, jumlah seniman yang akan terlibat 1320 orang. Dalam pelaksanaan pembelajaran seniman akan dibantu oleh asisten yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi.

Untuk lebih lengkapnya, dapat mengunduh Petunjuk Teknis Gerakan Seniman Masuk Sekolah sebagai berikut:

Petunjuk Teknis Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tahun 2017

2 KOMENTAR

  1. Saya menyambut adanya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), dan Provonsi Lampung (baru) dimulai bulan September 2017.
    Dari pengamatan saya, pelaksanaan GSMS di Lampung terkesan like and dislike penyelenggara yang dipercaya Dir Kesenian Dirjen Kebudayaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
    Sejiumpah nama yang saya anggap kapabel di bidang seni masing-masing tidak diikutkam dalam gerakan ini, hanya karena hubungan kurang baik dengan pejabat di Bidang Kebudayaan Depdikbud. Ini imbas darri Musda Dewan Kesenian Lampung ataupun persoalan pribadi.
    Nama2 seniman yang tak baik hubunganny dg pribadi pejabat tersebut, seperti:
    Isbedy Stiawan ZS (sastrawan)
    Arman AZ (sastrawan)
    Rusli Syukur (tari)
    Diantori (saatrawan)
    David Larvers Aura
    dan lain-lain.
    Akibatnya nama2 tersebut tidak dilibatkan. Bisa dicek nama2 yang mereka libatkan, dam bagaimana berkesenian mereka selalama ini.
    Oleh karena diskriminasi ini, GSMS akhirnya dipelesetkan menjadi Gerakan Seniman Meniadakan Senian.
    Semoga masukan ini dapat ditindaklanjuti agar GSMS hanya milik sekitaran penguasa atau pengelola yang dipercaya Depdikbud untuk Lampung.
    Saya tunggu tanggapan dari Dirjen Kebudayaan cg Dir Kesenian Depdikbud.

    Salam

    Isbedy Stiawan ZS
    HP 081369071049

    • Selamat sore Bapak Isbedy Stiawan ZS. Terima kasih atas pesan yang bapak sampaikan, untuk selanjutnya akan kami sampaikan kepada Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud RI.

TINGGALKAN KOMENTAR