Pengusulan Sawahlunto sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO

0
344

Jakarta – Kota yang terkenal dengan Songket Silungkang ini diajukan sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Sesditjen Nono Adya Supriyatno, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Ketua Komisi I Dasrial Ery, DPRD Sawahlunto, beserta jajaran pejabat di lingkungan Kemdikbud membahas berbagai persiapan tersebut di Gedung E Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta (3/3).
Sawahlunto berperan penting pada perkembangan ekonomi dan sosial di Sumatera Tengah dan seluruh dunia. Hindia belanda pun membangun proyek tiga serangkai (industri tambang batubara, sistem perkeretaapian, dan pelabuhan) untuk memastikan distribusi infrastrukur transportasi di kota ini.
Suasana Rapat  [1024x768]
Berbagai kriteria yang diajukan pun dibahas, mulai dari perkembangan pertambangan batu bara dunia, pertukaran budaya yang menyatu dengan teknologi, struktur daerah perkotaan yang terintegrasi dengan aktivitas industri, dan mengadaptasi situasi serta kondisi budaya lokal. Tak hanya kriteria, namun keterancaman yang akan dihadapi terkait pengajuan ini juga dibahas.
Pemberian kenang-kenangan [1024x768]
Hilmar Farid mengapresiasi hal ini. “Saya berharap tak hanya diakui oleh dunia, namun kita sungguh-sunguh menghargai dan tak hanya melestarikan namun bisa menjalankan pemanfaatannya”, tukas Hilmar. Kemakmuran tidak hanya material namun juga kultural. Hilmar mengharapkan publik ikut terlibat dan tahu perjuangan Pemerintah demi negara.
“Kita hayati apa yang kita punya, kita menyadari sejarah dan ruang. Serta menghargai apa yang kita punya”, ujar Hilmar bersemangat. Keasrian Sawahlunto memang tidak diragukan lagi. Ali Yusuf mengaku bahwa kelestarian Sawahlunto terjaga dengan baik, pemeliharaan seperti aslinya dan dimanfaatkan dengan baik.
“Saya yakin UNESCO akan mengakui kekayaan kota ini karena tentu tidak sedikit harta karun yang bermanfaat”, tukasnya. Menutup acara, Ali Yusuf memberi kenang-kenangan berupa buku Sawahlunto Expression in the Rhytms of Strokes kepada Hilmar Farid.