Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Ekspedisi Jalur Rempah

0
321

Ambon, Maluku – 100 mahasiswa yang terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia berhasil menyelesaikan tugas mereka sebagai peserta Ekspesi Jalur Rempah 2017 dengan sangat baik. Selama 14 hari, 9 – 22 Oktober 2017, para mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang berada di pulau-pulau penghasil rempah di Maluku, antara lain Pulau Saparua, Pulau Haruku, Pulau Nusa Laut, Pulau Seram, dan Pulau Banda Neira.

Kurnia Adiutomo Nugroho, peserta jelajah Desa Huamuale, Negeri Hulu, Pulau Seram menceritakan pengalamannya selama berada disana. Menurut mahasiswa jurusan Sejarah, Universitas Indonesia ini, dirinya mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga yang siap dibagikan kepada masyarakat luas.

“Kami mendapatkan banyak hal selama disana, baik sejarah perdagangan pada masa dulu maupun kehidupan masyarakat. Dan juga, sebagai mahasiswa kami berkewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, diantaranya poin 2 dan 3 yaitu penelitian dan pengabdian di masyarakat. Nantinya, pengalaman kami ini akan menjadi bekal untuk menyebarkan sejarah masa kejayaan Indonesia pada masa dahulu,” harap Kurnia.

Selain Kurnia, Hamdani Rais, peserta Ekspedisi Jalur Rempah dengan jelajah Pulau Banda Neira turut menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kegiatan Ekspedisi Jalur Rempah merupakan sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih kepada orang tua piara atau masyarakat setempat yang sudah menampung kami (para peserta) dan membantu kami menyelesaikan tugas. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dengan waktu penyelenggaraan yang lebih lama,” ucap Hamdani Rais.

Berbagai pengalaman, cerita, dan harapan telah didapat oleh para peserta Ekspedisi Jalur Rempah 2017. Dengan kegiatan ini, diharapkan kejayaan rempah Indonesia tidak lagi hanya sebagai cerita masa lalu, namun juga dapat kembali terulang dengan keadaan yang lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR