Mengenal Sang Pencipta Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman

0
302

Wage Rudolf Soepratman atau yang lebih sering dipanggil W.R. Soepratman lahir Senin Wage, 9 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Pada tahun 1914, ia diasuh oleh kakak ipar W.M.Van Eldik (Sastromihardjo) di Mataram. Di sana ia belajar memetik gitar dan menggesek biola. Tahun 1919 W.R.Soepratman diangkat menjadi guru serta mendirikan Jazz Band, Black and White di Makasar dalam binaan W.M Van Eldik hingga 1924. Setelah itu ia ke Surabaya dan ke Bandung untuk menjadi wartawan Surat Kabar “Kaoem Moeda”.

Sebagai wartawan Surat kabar “Sin Po” W.R. Soepratman rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan Nasional di gedung Pertemuan Gang Kenari Jakarta dan mulai mencipta lagu Indonesia Raya di tahun 1928. Semula W.R. Soepratman  menciptakan lagu “Indonesia Raya” dengan judul “Indones, Indones, Merdeka, Merdeka” sehingga ia dikejar oleh Polisi Hindia Belanda.

Kongres Pemuda-pemuda Indonesia ke II di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Dalam kongres itu dinyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan gesekan biola W.R. Soepratman. Namun lagu tersebut tetap dilarang untuk dinyanyikan sampai tentara Jepang mengizinkan tahun 1944.

Tahun 1930-1937 ia berpindah-pindah tempat hingga di tahun 1937 ia dibawa oleh saudaranya ke Surabaya dalam keadaan sakit. 7 Agustus 1938 ketika sedang memimpin pandu-pandu KBI menyiarkan lagu, Matahari Terbit “ di NIROM” Jalan Embong Malang Surabaya ia ditangkap dan ditahan di penjara Kalisosok.

17 Agustus 1938 (Rabu Wage) W.R. Soepratman meninggal dunia di Jalan Mangga 21 Surabaya tanpa istri dan anak karena memang belum menikah dan dimakamkan di kuburan umum Kapas Jalan Kenjeran Surabaya secara Islam.

Pesan Terakhir W.R.Soepratman “ Nasibkoe soedah begini inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal saja ikhlas. Saja toch soedah beramal, berdjoeang dengan carakoe, dengan bolakoe, saja jakin Indonesia pasti Merdeka”           

Berikut adalah Lagu-lagu ciptaannya:

•           Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (1928),

•           Indonesia Iboekoe (1928),

•           Bendera kita Merah Poetih (1928),

•           Bangunlah Hai Kawan (1929),

•           Raden Adjeng Kartini (1929),

•           Mars KBI (Kepandoean Indonesia) (1930),

•           Di Timur Matahari (1931),

•           Mars PARINDRA (1937),

•           Mars Surya Wirawan (1937),

•           Matahari Terbit Agustus (1938),

•           Selamat Tinggal (Belum selesai) 1938.

Buku Sastra Ciptaan W.R.Soepratman :

•           Perawan Desa (1929),

•           Dara Moeda, Kaoem Panatik (1930)

•           Buku Perawan Desa disita oleh Polisi Hindia Belanda dan dilarang beredar.

Makam W.R. Soepratman berada di Jalan Kenjeran, Desa Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Memiliki pagar keliling dengan pintu masuk yang berada di sebelah Timur. Makam berada di cungkup dengan jirat berbentuk segiempat berukuran P: 280cm, dan T: 40cm. Bagian atas jirat diberi motif biola. Sementara itu, nisan yang ada hanya di bagian kepala dengan bentuk seperti biola dengan ukuran P: 51cm, Tbl: 21cm. Makam ini merupakan pindahan dari makam W.R. Soepratman sebelumnya yang berada di Makam umum Rangkah yang terletak di depan lokasi makam sekarang. Makam ini diresmikan oleh Presiden Megawati pada tahun 2003.

TINGGALKAN KOMENTAR