Kemdikbud Siap Gelar Rembuknas 2017

0
730

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelibatan publik dan kinerja pembangunan di sektor pendidikan dan kebudayaan Indonesia, tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Rembuk Nasional (Rembuknas) 2017. Peningkatan kualitas menjadi tujuan utama Direktorat Jenderal Kebudayaan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Nono Adya Supriyatno dalam rapat persiapan Rembuknas di Gedung E, Senin (9/1).

Menurutnya, harus ada peningkatan kualitas dari tahun-tahun sebelumnya, di mana salah satunya adalah pengemasan informasi tentang keragaman kebudayaan Indonesia. “Informasi yang disampaikan kepada publik harus lengkap, termasuk di dalamnya informasi kebudayaan dalam muatan lokal pendidikan, sehingga tujuan peningkatan pelibatan publik dapat lebih optimal,” jelasnya.

Senada dengan Nono Adya, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menggarisbawahi pentingnya diplomasi dan memperluas jaringan, dan strategi komunikasi. “Rembuknas merupakan ajang kita bertukar informasi dengan para pemangku kepentingandi bidang pendidikan dan kebudayaan. Perluasan informasi akan banyak sekali terjadi di sana, maka kita harus aktif membangun kebudayaan dalam sebuah diplomasi,” tegasnya.

Strategi komunikasi, lanjutnya, perlu diangkat dan digerakkan dengan berbagai cara. “Salah satunya adalah melalui media. Merangkul media dan menyebarkan informasi kebudayaan seluas-luasnya perlu dimaksimalkan,” ia menambahkan. Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan membuka Rembuknas 2017 yang akan terselenggara di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemdikbud, Sawangan, Depok, Jumat-Minggu (27-29/1).

Mengusung tema ‘Bersama Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkeadilan dan Berkualitas’, Rembuknas 2017 akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Mulai dari kepala dinas, para guru, pelaku pendidikan, seniman, serta berbagai organisasi dan perhimpunan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

TINGGALKAN KOMENTAR