Hilmar Farid: Website Kebudayaan Harus Dikelola dengan Serius

0
369

Jakarta – Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, baru saja membuka Workshop Website Kebudayaan 2017, di Hotel Royal Kuningan, Rabu (29/3). Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan website sebagai bagian layanan masyarakat.

“Website adalah halaman depan dari pekerjaan kami semua. Kita mengkomunikasikan begitu banyak hal yang kita lakukan kepada masyarakat, mulai dari pelestarian dan kegiatan kebudayaan, registrasi, dan sebagainya. Itu semua merupakan bagian dari layanan masyarakat, maka website harus dikelola dengan serius,” tegasnya.

“Apa yang kita tampilkan di website merupakan suara resmi dari Ditjen Kebudayaan, sebab  suatu hal yang pertama kali dilihat orang ketika ingin mengetahui informasi tentang Ditjenbud adalah melalui website,” ia menambahkan.

Lebih lanjut Hilmar mencontohkan, Fasilitasi Sarana Kesenian sejak tahun 2014 merupakan salah satu program yang menarik. Program tersebut fokus tentang bagaimana transformasi pada anak-anak setelah diberi fasilitasi. “Bila dikemas dengan tulisan yang menarik dan dipublikasi di website, masyarakat akan melihat itu semua, dan mungkin saja menjadi inspirasi,” katanya.

Workshop Website Kebudayaan 2017 merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Ditjen Kebudayaan setiap tahunnya. Acara ini mengundang para narasumber ahli dengan latar belakang jurnalistik, serta 38 admin yang merupakan perwakilan UPT dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan, website Ditjen Kebudayaan dan UPT menjadi salah satu sumber informasi kebudayaan bagi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR