Ditjen Kebudayaan Kembali Gelar PBSR ke-5 di Ambon

0
129

Maluku, Ambon – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan kembali menggelar Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) ke-5. Mengusung tema “Huele”, Gubernur Maluku, Said Assagaff, membuka acara di Taman Budaya Maluku, Selasa (13/9).

Dalam sambutannya, Assagaff  mengatakan, Huele memiliki makna penting untuk menyuarakan kabar baik kepada masyarakat luas. “Huele merupakan ekspresi kabar baik yang ingin disampaikan kepada semua orang di manapun berada. Bahwa di sini, di Propinsi Maluku telah berkumpul para seniman hebat dari seantero tanah air beta, tanah air Indonesia,” ungkapnya.

Tahun ini, Ditjen Kebudayaan bersinergi dengan kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia dan menghadirkan sebanyak 111 perupa yang terdiri dari 66 perupa wakil dari 33 provinsi di Indonesia hasil seleksi open call, 14 perupa undangan, 19 perupa Maluku, dan 12 perupa mural dan instalasi.

Tak hanya para perupa, kelompok kesenian, sanggar, komunitas, dan paguyuban-paguyuban dari berbagai daerah di Kota Ambon pun turut memeriahkan acara yang berlangsung hingga tanggal 16 September mendatang ini. Para peserta nantinya akan aktif terlibat dalam pawai budaya, pameran dan pagelaran seni di Taman Budaya Maluku.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Mohammad Saleh Thio mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat proses edukasi di Indonesia. “Melalui prevensi budaya, kita dapat menjawab upaya pendidikan dan kebudayaan dalam pembentukan karakter dan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas karya seni, terutama seni rupa Indonesia, serta menjawab pertumbuhan ekonomi kreatif di bidang seni,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Assagaff berharap, adanya integrasi antara seni dengan pendidikan. “Kita harap seni yang kaya ini bisa diintegrasikan ke dalam dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan salah satu instrumen transformasi peradaban yang sangat efektif,” ujarnya.

Sebab, ia melanjutkan, pendidikan seni budaya dan keterampilan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan pribadi untuk mencapai multi-kecerdasan seperti kecerdasan intrapersonal, interpersonal, musikal, linguistik, naturalis, kreativitas, emosional, spriritual dan moral.

Pembukaan PBSR ke-5 juga dimeriahkan dengan penampilan putra-putri daerah yang menggunakan pakaian tradisional khas wilayahnya masing-masing, sajian musik orkestra dari Molucca Bamboowind Orchestra (MBO), dan penampilan penyanyi terbaik Indonesia asal Kota Ambon, Glen Fredly. Menutup pembukaan, Direktur Kesenian, Gubernur Maluku, beserta rombongan meninjau pameran ke Gedung Olah Raga Provinsi Maluku.

Keesokan harinya, berlokasi di Pantai Namalatu, sejumlah kegiatan diselenggarakan, di antaranya yaitu Seniman Workshop Sketch, Dialog Kepala Taman Budaya Bersama Direktur Kesenian, Workshop Melukis di Atas Kaos, dan Wisata Menggambar Potrait Museum Basoeki Abdullah.

TINGGALKAN KOMENTAR