Dirjen Kebudayaan Membuka Rakor 2016

0
331

Surakarta – Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Bidang Kebudayaan 2016 di The Sunan Hotel, Solo, Selasa (22/3). Turut hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Nono Adya Supriyatno, para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Walikota Surakarta, Bupati Banyuwangi, Komisaris PT Taman Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta para kepala dinas dan UPT di lingkungan Ditjen Kebudayaan.

Dalam sambutannya Nono mengatakan, Rakor kali ini berbeda dengan Rakor tahun-tahun sebelumnya. “Dengan mengusung tema ‘Meningkatkan Pelibatan Publik dalam Membangun Ekosistem Kebudayaan di Pusat dan Daerah’, Rakor tahun ini tak hanya mengundang para pejabat di instansi kebudayaan terkait, namun juga melibatkan komunitas-komunitas kebudayaan yang ada di Indonesia,” paparnya.

Nono Adya Supriyatno

Hilmar Farid turut berkesempatan memberikan arahan terkait acara ini. Beliau mengatakan, ada tiga hal yang harus ditingkatkan dalam pembangunan mutu kebudayaan. “Menyebarluaskan apa yang kita kerjakan kepada publik, mengembangkan platform digital kebudayaan, serta melaksanakan arah dan tujuan program pelestarian budaya yang tercantum dalam RPJMN  2015-2019, Renstra Kemdikbud 2015-2019, Program Prioritas Presiden, dan Nawacita Presiden adalah hal-hal yang harus diperhatikan,” jelas Hilmar.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid

Acara pembukaan Rakor Pusat dan Daerah Bidang Kebudayaan 2016 turut dibuka dengan penampilan Tari Merak dari Disbudpar Kota Surakarta. Selain itu, acara pembukaan kegiatan ini juga disemarakan dengan warna-warni keanekaragaman baju adat dari daerah-daerah yang ada di Indonesia.