You are currently viewing Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Nomor: Draft/sipers/A6/V/2022
KRI Dewaruci dan Laskar Rempah Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan Indonesia

Surabaya, 2 Juni 2022 – Usai melepas KRI Dewaruci yang membawa para Laskar Rempah ke Makassar, Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan rasa
bangga atas rangkaian kegiatan pelepasan. KRI Dewaruci yang telah menjelajahi berbagai macam pulau di
Indonesia, bahkan berbagai benua dinilai Nadiem sebagai wujud kekuatan dari budaya Indonesia sekaligus
perayaan kebinekaan bangsa Indonesia.
“Di Hari Lahir Pancasila ini, sangat tepat kita meluncurkan suatu simbol kebinekaan kita sebagai bangsa Indonesia.
Laskar Rempah, anak-anak muda dari seluruh Indonesia melakukan perjalanan di perairan Nusantara. Mereka
adalah simbol Pelajar Pancasila dan sumber kekuatan bangsa kita,” ujar Mendikbudristek Nadiem saat jumpa pers
usai acara Pelepasan KRI Dewaruci pada Muhibah Budaya Jalur Rempah, Rabu (1/6), di Dermaga Madura Tengah
Koarmada II Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini, lanjut Nadiem, merupakan bagian dari diplomasi budaya dalam
menyuarakan perdamaian dunia. Hal tersebut ditandai dengan pemasangan bendera berbagai negara di KRI
Dewaruci.
Prinsip dari Pancasila pun, lanjut Nadiem, adalah perdamaian, keadilan, dan kebinekaan. “Kebinekaan global adalah
salah satu dari enam profil Pelajar Pancasila.Itu menjadi tujuan dari transformasi Merdeka Belajar. Masyarakat
Indonesia bukan hanya bangga menjadi rakyat Indonesia tetapi juga bangga menjadi masyarakat dunia. Kesatuan
itu lah yang ingin kami tanamkan di generasi berikutnya,” tutur Mendikbudristek.
Laskar Rempah yang berjumlah 149 orang terdiri dari anak muda yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada awal perjalanan, sebanyak 35 orang Laskar Rempah tim Lada diberangkatkan dari Surabaya menuju
Makassar. Para Laskar Rempah akan bergiliran menumpang KRI Dewaruci dan menempuh perjalanan membawa
misi budaya di beberapa titik Jalur Rempah Nusantara.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menambahkan, kegiatan
Muhibah Budaya Jalur Rempah ini selaras dengan tugas pokok TNI AL yakni pemberdayaan wilayah pertahanan
serta tanggung jawab TNI AL dalam menumbuhkembangkan cara berpikir masyarakat Indonesia untuk cinta
terhadap tanah air Indonesia.
“Para pemuda-pemuda Laskar Rempah kita ini sadar bahwa negara kita adalah negara kepulauan yang sangat kaya
raya,” katanya.
Menurut Wakasal, KRI Dewaruci akan menempuh jarak 3.289 mil laut selama 32 hari, membawa para peserta
Muhibah Budaya Jalur Rempah. Ia berpesan agar para Laskar Rempah menghayati makna pelayaran sehingga
dapat meresapi jiwa bahari nenek moyang bangsa Indonesia sebagai pelaut-pelaut yang ulung.
“Merasakan kejayaan maritim nusantara, sekaligus mengagumi kekayaan dan kebesaran negara kita yang begitu
luas dan beraneka. Serta membangun kebersamaan sesama peserta yang berasal dari berbagai daerah, sehingga
dapat menjadi miniatur persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” tutur Wakasal.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyampaikan kerja sama Muhibah Budaya Jalur Rempah akan
berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Saat ini sampai setahun ke depan Laskar Rempah akan menjadi penggerak
pemajuan kebudayaan,” pungkasnya.
Dari Surabaya KRI Dewaruci selanjutnya menuju Pelabuhan Makasar, Bau-Bau, Ternate dan Tidore. Kemudian
menuju pelabuhan Banda Neira, Kupang, selanjutnya kembali ke Pangkalan Surabaya. Untuk penutupan Muhibah
Jalur Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.
Program Muhibah Jalur Budaya Jalur Rempah sangat strategis untuk memperkuat posisi Jalur Rempah Nusantara
sebagai Jalur Budaya Warisan Dunia oleh UNESCO. Melalui program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan
kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antardaerah sehingga
menimbulkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan dan
memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

MerdekaBelajar

MerdekaBerbudaya

MuhibahBudaya

JalurRempah